About Us
Pada tahun 1993 tepatnya tanggal 5 November pelukis Basoeki Abdullah meninggal dunia. Beliau berwasiat agar lukisan dan koleksi pribadinya berupa barang / benda seni (patung, wayang, topeng, dsbnya) berserta rumah kediamannya dihibahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia.
Penyerahan atau hibah in dilakukan oleh Saraswati Kowenhouven., Cicilia Sidhawati dan Nataya sebagai ahli waris pada tanggal 2 dan 5 September 1995 kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili oleh A. Irvan Masduki, SH (Kepala Biro Humas Dan Hukum) atas nama Pemerintah Republik Indonesia.
Pada tahun 1998 rumah di Jalan Keuangan Raya No. 19 Cilandak Barat Jakarta Selatan diserahkan kepada pemerintah melalui Direktorat Jendral Kebudayaan cq. Direktorat Permuseuman. Bangunan rumah dua tingkat seluas +- 600m2 dan luas tanah +- 440m2. Rumah ini kemudian direvovasi agar dapat difungsikan sebagai museum. Pada tanggal 25 September 2001 Museum Basoeki Abdullah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Drs. I Gede Ardika.

Sedangkan untuk barang / benda seni milik pribadi almarhum Basoeki Abdullah ada berbagai macam seperti koleksi patung, wayang, topeng, cinderamata, buku-buku dan sebagainya. Koleksi buku-buku pribadi beliau jumlahnya mencapai 3000 lebih yang berisi tentang buku-buku seni budaya, ensiklopedia, buku-buku tentang bangsa-bangsa di dunia, tokoh-tokoh, pemandangan alam, flora/fauna, majalah dan sebagainya. Buku-buku tersebut sekarang di Museum Basoeki Abdullah.
Di ruang tidur atau ruang pribadi almarhum Basoeki Abdullah terdapat koleksi benda-benda yang berhubungan dengan almarhum semasa hidup seperti tempat tidur, lemari, kursi, meja kecil, lampu, senjata dan lain-lain. Penataan/peletakkan koleksi benda-benda tersebut disesuikan dengan keadaan aslinya.
Ruang Pameran Tetap Museum Basoeki Abdullah
Secara garis besar ruang pameran tetap Museum Basoeki Abdullah dibagi menjadi dua lantai yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Ruang Pameran yang Berkaitan dengan Tokoh Basoeki Abdullah (lantai 1)
a. Ruang Pengenalan
Ruang Pengenalan ini berkaitan dengan penjelasan tentang Museum Basoeki Abdullah, mulai dari latar belakang berdirinya hingga difungsikan menjadi museum, riwayat hidup Basoeki Abdullah, kehidupan keluarga, kehidupan sosial serta aktivitas pameran dan melukisnya.
b. Ruang Audiovisual
Ruang ini masih terkait dengan ruang pengenalan dan dipergunakan untuk pemutaran film dan dokumentasi yang berkaitan dengan Basoeki Abdullah dan keluarganya serta aktivitas melukisnya.
c. Ruang Memorial
Ruang ini masih berkaitan dengan peristiwa meninggalnya pelukis Basoeki Abdullah dan penataannya disesuaikan dengan kondisi aslinya. Koleksinya berupa tempat tidur, lemari, kursi, meja kecil, dan perlengkapan untuk ruang kamar mandi.
d. Ruang Koleksi Pribadi Basoeki Abdullah
Ruang ini berkaitan dengan benda-benda seni atau barang-barang yang menjadi koleksi pribadi Basoeki Abdullah seperti patung, wayang, topeng dan lain-lain.
2. Ruang Pameran yang berkaitan dengan Karya Lukis Basoeki Abdullah (lantai 2)
Ruang pameran yang berkaitan dengan karya lukis Basoeki Abdullah ini dibagi menjadi bagian bagian, yaitu :
a. Ruang pameran lukisan Basoeki Abdullah dengan tema “Manusia, Potret dan Model”
b. Ruang pameran lukisan Basoeki Abdullah dengan tema “Pemandangan alam”
c. Ruang pameran lukisan hasil eksperimen Basoeki Abdullah yang mengarah pada aliran impresionisme dan abstrak
d. Ruang perpustakaan, tempat koleksi buku-buku pribadi Basoeki Abdullah sebanyak 3000 buku